SOLUSI TEPAT UNTUK MEMPROTEKSI TANAMAN ANDA DARI BERBAGAI ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT) BERBASIS MAKHLUK HIDUP
Penggunaan Eco Plant Protector merupakan langkah yang tepat pengganti penggunaan pestisida yang sangat berbahaya sebagai protector tanaman Anda dari organisme pengganggu tanaman berbasis makhluk hidup.
Sebagaimana yang kita ketahui, pestisida tidak hanya berbahaya untuk tanah, tapi juga untuk manusia, Alodokter.com menyebut bahwa manusia yang terpapar pestisida berptensi mengalami gangguan reproduksi hingga penyakit kanker.
Inilah alasan mengapa pestisida yang tidak ramah lingkungan seharusnya mulai tidak digunakan petani. Selain merusak konsumen, pestisida jenis ini juga merusak lahan petani dan biota di sekitarnya
Pestisida Buruk Bagi Manusia dan Alam
Fakta menunjukkan bahwa di Indonesia penggunaan pestisida sangat tinggi dan efek buruk dari penggunaan pestisida ini masih dianggap remeh oleh sebagian masyarakat saat ini.
Tahukah Anda, kiat sukses para petani di Jepang adalah tidak menggunakan pestisida dan bahan kimia lain dalam pertanian mereka yang notabene nya negeri sakura tersebut bukan negara yang dilewati khatulistiwa.
Berikut ini adalah dampak buruk dari pestisida untuk tubuh.
Merusak sistem saraf
Menganggu reproduksi
Kanker & penyakit degeneratif lainnya
Cacat kelahiran
Kerusakan Endokrin
Lalu bagaimana dengan alam?
Alam dan ekosistem di sekitarnya dapat mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat ditanami apapun lagi. Menurut Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian, dampak buruk bagi alam adalah sebagai berikut
Musnahnya organisme penyubur tanah
Kesuburan tanah merosot/tandus
Rusaknya keseimbangan agroekosistem
Kandungan residu yang mengurangi kesuburan tanah (endapan pestisida)
Ledakan serangan hama yang resisten dengan pestisida
Betul, jika Anda masih menyangkal kerusakan alam tersebut, masih ada hama resisten. Hama resisten (tahan lama) adalah hama yang berevolusi karena terlalu sering terpapar pestisida. Sama halnya dengan adaptasi, hama ini akan terus resisten jika pestisida kimia tidak ramah lingkungan terus dilakukan.
Faktor Yang Harus Anda Ketahui Untuk Meningkatkan Produktivitas Hasil Pertanian.
Bibit Yang Unggul
Bahan Organik Di Lahan Ideal (C Organik)
Sinar Matahari, Mikroba
PH Tanah
Kadar Garam
Irigasi
Kelembapan Udara
NPK Berimbang
ZPT Dan Zat Hara
Jarak Tanam Yang Ideal
Pengendalian Hama & Gulma
Serta Panen Dan Pasca Panen
“Kenali musuh Anda sebenarnya, sebelum memutuskan penggunaan pestisida dan membusungkan arah pandang Anda.”
ECO PLANT PROTECTOR
Selanjutnya sebagai petani yang cerdas, Anda harus mengetahui hama apa yang rentan menyerang pertanian dan berbagai penyakit pada tanaman yang berasal dari organisme pengganggu tanaman.
Hama pada tanaman dibagi menjadi
Mamalia (kera, tikus, dll)
Serangga (ulat, wereng, belalang, dll)
Predator burung (pipit, bangau, dll)
Molusca (keong mas, dll).
Ciri khas tanaman yang terserang hama adalah hilangnya daun dan tunas, ukuran daun yang mengecil, terdapat bagian daun yang hilang, terdapat bekas gigitan pada daun, dan daun hanya menyisakan tulangnya saja.
Terdapat penyakit tanaman yang berasal dari mikroorganisme mikroskopies
Virus
Bakteri,
Jamur (fungi)
Protozoa (hewan sel satu)
Cacing nematoda.
Biasanya serangan penyakit tersebut akan menyerang daun, buah, batang, dan akar dapat terserang penyakit dan jika fatal akan menyebabkan kerusakan besar-besaran terhadap tanaman dan umumnya terlihat layu, warna daun berubah, jaringan tanaman mati, batang dan buah busuk di pohon, pertumbuhan terhambat.
Manfaat Eco Plant Protector Sebagai Pengendali Hama Alami dan Pelindung Tanaman Yang Ramah Lingkungan
Keputusan Mentri Pertanian No: 411/kts/T.120/6/1995 Tentang memasukan Agen Hayati ke Wilayah Negara Republik Indonesia akhirnya mengeluarkan beberapa pemahaman. Agen hayati sebagai predator hama alami disarankan untuk terus dijaga agar adanya keseimbangan antara alam dan manusia serta kesehatan lahan pertanian itu sendiri. Terdapat 4 Kelompok Agen Hayati yang perlu Anda ketahui.
1. Agen antagonis
Agen antagonis adalah mikro organisme yang mengendalikan pertumbuhan patogen dengan meluka blocking. Ini memungkinkan gagalnya pertumbuhan patogen itu sendiri.
2. Agen entomopatogen
3. Agen PGPR (Plant Growth Promoting Rizhobacteria)
4. Agen Predator & Parasitoid
ECO PLANT PROTECTOR
Cara Melarutkan Agen Hayati Eco Plant Protector
Cara pelarutannya cukup mudah, Anda dapat menyiapkan 1 sachet Eco Plant Protector yang dicampur dengan 100ml air. Kemudian tuangkan larutan tersebut ke dalam tangki dan diamkan 10 menit sebelum diaplikasikan ke tanaman.
Perlu dicatat bahwa 1 sachhet agen hayati yang dicampur 14liter air dapat diaplikasikan untuk lahan seluas 1000m2.
Selanjutnya, tanaman yang yang membutuhkan perlindungan Eco Plant Protector tentu berbeda di tiap jenisnya. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.
JENIS TANAMAN
TREATMENT BENIH/ BIBIT
Pengolahan Lahan
WAKTU PENGGUNAAN Eco Plant Protector
JADWAL APLIKASI Eco Plant Protector
Pencegahan : = Tanaman Pangan, palawija, hortikultura 2-3 pekan sekali = Tanaman keras 3-4 pekan sekali Pengobatan : 1 pekan sekali untuk semua jenis tanaman
Mulailah dari sekarang untuk menjadi petani cerdas yang makmur dengan menggunakan Eco Plant Protector yang akan meningkatkan hasil pertanian dan meningkatkan kesuburan tanah Anda.
ORDER VIA WHATSAPP
Eits Tunggu Dulu !!!
Sebelum menggunakan produk Eco Plant Protector, baca informasi berikut terlebih dahulu
ECO PLANT PROTECTOR
“Rugi kalau tidak gabung Bisnis Eco Plant Protector sekarang”
Mulailah dan jadikan Anda yang terdepan untuk meraih kesuksesan dengan bergabung dengan bisnis yang memiliki potensial tinggi bersama Eco Plant Protector
Ambil peluang Anda untuk menjadi yang terdepan di kota / kabupaten Anda.
Fasilitas Support Digital Marketing untuk Anda dan Tim untuk membantu mengembangkan bisnis di Era Digital ini…
